
Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di PP Yasrib
Lapajung — Seluruh satuan pendidikan di lingkup Pondok Pesantren (PP) Yasrib menunjukkan komitmen kebangsaan yang kuat dengan menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila pada Senin (1/6). Upacara yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh seluruh santri, tenaga pendidik, serta tenaga kependidikan dari tingkat Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).
Pada peringatan Hari Lahir Pancasila kali ini, Madrasah Aliyah PP Yasrib mendapatkan giliran sebagai pelaksana upacara gabungan antarinstansi tersebut. Seluruh petugas upacara diambil alih langsung oleh para guru dan staf MA PP Yasrib. Langkah ini menjadi teladan nyata bagi para santri mengenai kedisiplinan dan rasa cinta tanah air.
Bertindak selaku pembina upacara, Kepala Madrasah Aliyah PP Yasrib, Drs. Muhammad Hilmi, M.Pd. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga dan mengamalkan ideologi negara di lingkungan pesantren dan masyarakat luas.
“Pancasila bukan sekadar teks sejarah, melainkan jiwa yang harus hidup dalam gerak langkah kita. Eksistensi pelaksanaan nilai-nilai Pancasila harus tecermin dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan terkecil di pondok pesantren hingga kehidupan berbangsa dan bernegara.”
— Drs. Muhammad Hilmi, M.Pd.
Kepala MA PP Yasrib Lapajung
Beliau juga menambahkan bahwa nilai-nilai Pancasila sangat selaras dengan nilai-nilai religiusitas yang diajarkan di pesantren, terutama dalam menjaga persatuan, toleransi, dan semangat gotong royong.
Rangkaian upacara yang berlangsung tertib dan penuh nasionalisme ini kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ust. H. Hasanuddin, Lc. Doa yang dipanjatkan secara khidmat tersebut membawa suasana haru sekaligus optimisme, memohon keberkahan, kedamaian, serta keutuhan bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi keluarga besar Pondok Pesantren Yasrib.
Dengan suksesnya gelaran upacara ini, PP Yasrib kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya fokus pada ilmu agama, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menanamkan karakter cinta tanah air dan merawat kebhinekaan.













