
Upacara Hardiknas 2026 di Yasrib Lapajung Berlangsung Khidmat, Guru Tampil Anggun dengan Busana Adat Bugis
Pondok Pesantren Yasrib Lapajung menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan penuh khidmat. Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan pesantren tersebut dihadiri oleh Kepala Madrasah Aliyah, Kepala MTs, para guru, serta staf kependidikan.
Suasana upacara tampak istimewa dengan para guru yang mengenakan pakaian adat Bugis, mencerminkan semangat pelestarian budaya lokal dalam dunia pendidikan. Barisan peserta upacara berdiri tertib mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat nasionalisme.
Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Madrasah Aliyah, Muhammad Hilmi, dalam amanatnya membacakan intisari pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Dalam sambutannya ditegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam membangun generasi unggul yang berkarakter, berilmu, dan mampu menghadapi tantangan global.
Disampaikan pula bahwa transformasi pendidikan harus terus dilakukan dengan menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran. Penguatan literasi, numerasi, serta pembentukan karakter menjadi fokus utama dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan integritas yang kuat.
Selain itu, peran guru sebagai garda terdepan pendidikan mendapat apresiasi tinggi. Dedikasi dan pengabdian para pendidik dinilai sebagai fondasi penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, kolaborasi antara semua pihak—baik pemerintah, sekolah, maupun masyarakat—menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata.
Melalui momentum Hardiknas 2026 ini, Pondok Pesantren Yasrib Lapajung menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berjiwa kebangsaan, sejalan dengan semangat pendidikan nasional.
Upacara ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar dunia pendidikan Indonesia semakin maju dan memberikan manfaat luas bagi seluruh masyarakat.









