
Penuh Haru dan Bangga, Pondok Pesantren Yasrib Sambut Kedatangan Santri Baru Tahun Pelajaran 2026/2027
Humas Pondok Pesantren Yasrib — Suasana penuh haru dan rasa bangga menyelimuti kompleks Pondok Pesantren Yasrib saat menyambut kedatangan para santri baru Tahun Pelajaran 2026/2027. Sejak pagi hari pukul 08.00 WITA, para santri baru yang didampingi oleh orang tua dan keluarga mulai memadati area pondok. Proses penerimaan diawali dengan tertib melalui pengambilan seluruh perlengkapan santri oleh panitia pelaksana.
Pada tahun ini, Pondok Pesantren Yasrib resmi menerima sebanyak 348 santri baru. Jumlah tersebut terdiri atas 111 santri Madrasah Aliyah (MA), 210 santri Madrasah Tsanawiyah (MTs), serta 27 santri Raudhatul Athfal (RA). Kehadiran para santri baru menandai dimulainya perjalanan pendidikan dan pembinaan karakter di lingkungan pesantren.
Puncak acara penyambutan dikemas dalam bentuk upacara seremonial yang dilaksanakan pada pukul 15.45 WITA di lapangan upacara Pondok Pesantren Yasrib. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh makna, dihadiri oleh pimpinan pondok, para guru, santri, serta orang tua/wali santri.
Dalam sambutannya, Pimpinan Pondok Pesantren Yasrib menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh santri baru sekaligus memberikan motivasi agar senantiasa bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Beliau juga mengajak para orang tua untuk mengikhlaskan putra-putrinya menjalani proses pendidikan di pesantren sebagai bagian dari ikhtiar membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan mandiri.
“Jika kamu tidak tahan terhadap lelahnya belajar, maka kamu harus siap menanggung perihnya kebodohan.”
— Imam Syafi’i
Pesan yang disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Yasrib kepada seluruh santri baru.
Ungkapan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap perjuangan dalam menuntut ilmu memerlukan kesabaran, ketekunan, dan pengorbanan. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para santri dalam menjalani kehidupan di pesantren serta membentuk karakter yang tangguh dan berakhlak mulia.
Upacara penyambutan berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan ditutup dengan doa bersama. Momentum ini menjadi awal perjalanan para santri baru untuk tumbuh sebagai generasi yang berilmu, beriman, berakhlak, serta siap memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.












